Kamis, 18 Juli 2013

KEANEGARAGAMAN



Samjňānam nah svebhi samjňānamaraņebhih
Samjňāmaśvinā yuvamihāsmāsu ni yacchatam  (Atharvaveda: 7.52.1)

Artinya :

Kami menyatukan semua sahabat akrab kami dan menyatukannya dengan orang lain. Wahai, para orang tua ajarilah kamu tentang persatuan dan kesatuan.


Busana kekayaan adalah keramahan, busana orang yang kuat adalah ucapan halus, busana  pengetahuan adalah kedamaian, busana orang yang belajar buku-buku suci adalah kerendahan hati, busana tapa adalah tidak lekas marah, busana orang besar adalah sifat pemaaf, keindahan dharma adalah tidak mencela agama lain. Semua sifat tersebut perlu diupayakan dalam kehidupan di dunia ini, sehingga menjadi lebih baik. Dengan memiliki sifat-sifat itu, seseorang bisa hidup bersama dalam masyarakat yang terdiri atas suku, agama, ras, dan adat istiadat yang berbeda.

Mantra di atas ditujukan agar semua umat manusia hidup bersama dengan para sahabat, teman, keluarga dan juga orang yang tidak dikenal sebelumnya. Permasalahannya adalah pada zaman sekarang, seringkali kita membenci orang yang dekat dengan kita tetapi menyayangi orang lain. Karena itulah kita sulit menciptakan dan merasakan kedamaian.

Ketidakharmonisan bukan disebabkan oleh orang lain, melainkan muncul dari diri sendiri. Jika di dalam pikiran penuh dengan kebencian, kerakusan, kemarahan dan keterikatan, hal tersebut menjadi penyebab utama yang menghambat proses keharmonisan dalam masyarakat. Apabila kita renungkan, Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang berdiri sendiri. Sebagai contoh, Tuhan tidak menciptakan satu macam sayur, cahaya, bunga, manusia, binatang, makanan, dan lain-lain. Hal tersebut berarti apapun yang ada di dunia ini beraneka jenis bukan hanya satu. Karena itu manusia diciptakan dalam jumlah yang banyak dengan sifat yang berbeda-beda. Keindahan terhadap dalam keanekaragaman bukan dalam keseragaman. Bandingkan satu jenis bunga dengan bebagai jenis bunga yang lain. Semakin bermacam-macam warnanya maka akan terlihat semakin indah. Karena itu manusia perlu belajar dari keanekaragaman. Bila ingin hidup bahagia dan harmonis maka kita harus hidup dalam keanekaan bukan hidup menyendiri. Bahkan semboyan Bhineka Tunggal Ika juga memiliki makna yang sama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar