Minggu, 21 Juli 2013


PENYULUHAN AGAMA HINDU 
Oleh : 
Adhityana Windu Siwi, S.Sos.H


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam kehidupan di dunia ini, manusia memerlukan adanya sebuah agama. Agama memberikan pembelajaran tentang hidup di dunia ini, tujuan manusia hidup di dunia ini dan bagaimana manusia dapat menjalani hidup ini dengan selaras, serasi dan seimbang tanpa merusak lingkungan yang ada disekitarnya.
Agama juga merupakan sebuah cahaya yang dapat menerangi kegelapan. Kegelapan yang dimaksudkan di sini adalah kebodohan. Dengan mempelajari agama manusia dapat melenyapkan segala kebodohan yang ada pada dirinya. Penghayatan terhadap agama dapat memberikan manfaat yang sangat berguna dalam hidup ini, sebab agama mengajarkan tentang ajaran-ajaran moral yang tinggi.
Orang yang menghayati agama secara dalam, akan mampu untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk serta memberikan pengetahuan tentang bagaimana menjalin hubungan terhadap Tuhan, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu diperlukan adanya penyebarluasan tentang ajaran agama kepada umatnya, agar umatnya meyakini dan mengerti tentang makna-makna atau pesan-pesan moral yang terkandung di dalam sebuah agama.
Untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang agama diperlukan suatu metode khusus. agama Hindu memberikan pengetahuan agama kepada umatnya dengan melaksanakan program penyuluhan agama, yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih dan dapat memberikan pencerahan terhadap umatnya yang membutuhkan, mengingat banyak sekali umat Hindu yang tidak mengerti tentang makna-makna yang terkandung di dalam agama Hindu.
Institut Hindu Dharma merupakan salah satu bagian dari masyarakat Hindu yang memiliki tugas pokok untuk mendidik kader-kader pembina melalui pembinaan kader-kader penyuluh agama Hindu. Kualitas penyuluhan diupayakan semakin lama ada peningkatan baik kualitas maupun kwantitasnya. Salah satu peningkatan upaya tersebut adalah dengan memberikan mata kuliah Metode Penyuluhan Agama Hindu kepada mahasiswa Jurusan Penerangan Agama Hindu IHDN Denpasar.
Dengan memberikan mata kuliah Metode Penyuluhan Agama Hindu, mahasiswa diharapkan untuk dapat melakukan tugas penyuluhan agama Hindu dengan terprogram dan terencana dengan baik, agar tugas-tugas yang dilaksanakan oleh penyuluh agama benar-benar dapat menyentuh hati nurani masyarakat untuk memahami, mendalami dan mengamalkan ajaran agama Hindu dengan baik dan benar.
Di dalam mata kuliah metode penyuluhan agama Hindu mengajarkan tentang pengertian Penyuluh Agama Hindu, strategi yang digunakan dalam melakukan penyuluhan, proses komunikasi yang baik di dalam penyuluhan, faktor-faktor penunjang dalam penyuluhan yang efektif dan dasar-dasar penyuluhan agama Hindu. Dimana hal-hal yang diajarkan dalam mata kuliah tersebut nantinya akan berguna bagi mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat untuk melaksanakan tugasnya sebagai Penyuluh Agama Hindu.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dijabarkan di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian dari penyuluhan agama Hindu?
2.      Apakah prinsip-prinsip dasar dalam penyuluhan agama Hindu?



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penyuluhan Agama Hindu
Istilah penyuluhan digunakan dalam bahasa yang berbeda di beberapa negara. Dalam bahasa Belanda digunakan istilah Voorlichting yang berarti penerangan. Dalam bahasa Indonesia, istilah penyuluhan berasal dari kata dasar suluh yang berarti pemberi terang di tengah kegelapan. Dengan demikian penyuluhan dapat diartikan sebagai proses untuk memberikan penerangan kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang belum diketahuinya dengan jelas. Namun penerangan yang dilakukan tidaklah sekedar memberi penerangan, tetapi penerangan yang dilakukan harus secara terus-menerus dilakukan sampai segala sesuatu yang diterangkannya benar-benar dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Penyuluhan adalah proses perhubungan antaradua orang atau phak yang menyampaikan dan menerima suatu pesan dengan mempergunakan suatu sarana. Penyuluh menyampaikan pikiran atau perasaannya kepada pendengar melalui suara. Penyuluh memperjelas pesan materi yang ingin disampaikannnya melalui kata itu, dengan menggunakan intonasi gerak-gerik dan mimik sesuai dengan pikiran dan perasaan yang ingin dikemukakannya.
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Hindu dengan kualitas dan kwantitas yang lebih baik. Seorang penyuluh dapat berfungsi untuk menginformasikan, mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Tugas pokok dari seorang penyuluh agama yaitu melaksanakan penyuluhan untuk membina mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pembentukan budi ekerti luhur, sebagai landasan hidup beragama, berbangsa dan bernegara.
Melalui penyuluhan juga harus diupayakan tidak terciptanya ketergantungan masyarakat kepada penyuluhnya. Penyuluh hanya sekedar fasilitator dan dinamisator untuk memperlancar proses pembangunan yang direncanakan. Pada hakikatnya  penyuluhan Agama Hindu merupakan proses pendidikan yang bertujuan untuk mengubah kesadaran dan perilaku(pengetahuan, sikap dan ketrampilan) manusia ke arah yang lebih baik, yang bersumber dari kitab suci Weda.
Pembinaan umat akan berhasil dan sukses apabila metodepembinaan berhasil menanamkan nilai-nilai agama Hindu menjadi bagian yang intregal ke dalam diri pribadi umat hindu. Di dalam Penyuluhan Agama Hindu terdapat beberapa metode yang menunjang keberhasilan suatu penyuluhan yaitu:
1.      Dharma Sadhana
Sadhana berarti latihan atau pengalaman. Jadi Dharma Sadhana adalah mewacanakan dharma dengan latihan atau praktek pengalaman ajaran dharma atau agama. Pelaksanannya melalui Catur Marga yaitu: Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Yoga.
2.      Dharmagita
Dharmagita berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari dua kata Dharma dan Gita. Dharma adalah kata benda maskulin yang artinya kebenaran, kebajikan dan agama. Sedangkan Gita adalah bahasa Sansekerta dalam bentuk perfect passive participle, jenis kelamin netrum yang berarti nyanyian atau lagu. Dharmagita adalah nyanyian-nyanyian kebenaran. Penggunaan Dharmagita dalam berbagai kegiatan keagamaan dapat membantu dalam menciptakan suasana hening, hikhmat, khusuk yang dipancari oleh getaran kesucian.
3.      Dharma Yatra
Dharma Yatra selalu identik dengan tirtha yatra. Yatra artinya perjalanan atai Ziarah. Jadi Dharma Yatra adalah perjalanan dalam melaksanakan dharma seperti berkunjung ke pura untuk bersembahyang bersama, semadhi ngayah (kerja bhakti) dan sebagainya guna meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama. Dharma Yatra memiliki manfaat yang sangat penting sebab keutamaan kegiatan tersebut amat suci, lebih utama dari penyucian dengan yajna dan dapat dilakukan oleh semua umat.
4.      Dharma Tula
dharma Tula adalah suatu metode pendalaman ajaran agama Hindu melalui diskusi agama. Diskusi agama sangat berbeda dengan diskusi ilmu pengetahuan. Memahami agama berangkat dari sraddha dan bhakti. Dalam dharmatula tidak dibenarkan adu argumentasi, bersilat lidah, apalagi didorong untuk memenangkan pendapat dan bertujuan untuk memperoleh kebanggaan supaya dikagumi oleh peserta. Dalam dharmatula peserta diharapkan melontarkan pandangan atau penghayatan terhadap materi ajaran agama Hindu. Dengan demikian dharmatula bertujuan untuk memperbanyak pembendaharaan pengetahuan agama, memperluas wawasan, merenungkan dalam-dalam, memahami keanekaragaman pertimbangan dalam melaksanakan ajaran agama Hindu dan untuk lebih mempertinggi mutu rohani umat Hindu. Dharmatula yang baik hendaknya didasarkan pada tiga landasan, agar  pembicaraan tersebut dapat meningkatkan kwalitas pemahaman ajaran agama hindu. Tiga landasan tersebut adalah sebagai berikut:
1)      Sastravada yaitu setiap pembicaraan mengenai masalah ajaran agama haruslah didasarkan pada ketentuan-ketentuan kitab suci Veda dan kitab-kitab sastra lainnya.
2)      Budhivada yaitu berbicara dalam dharmatula untuk mendalami ajaran agama Hindu hendaknya berbicara berdasarkan kesadaran budhi yang jernih dan tidak boleh berbicara berdasarkan dorongan emosi yang tamasik dan rajasik. Sastra agama akan menjadi kabur kalau dikemukakan dengan cara yang emosional tamasik dan rajasik tersebut.
3)      Premavada yaitu berbicara soal-soal agama hendaknya didasarkan pada kasih sayang yang mengalir dari diri pribadi yang bersih dan suci. Tidak didasarkan pada kebencian pada seseorang atau kelompok tertentu. Kalau kebencian dijadikan dasar untuk berbicara maka sastra agamanya menjadi hilang tuahnya dan tidak akan memberikan kewibawaan kepada pembicaranya.
5.      Dharma santi
Dharma Santi adalah suatu kegiatan dalam rangka melaksanakan kewajiban suci atau dharma sebagai upaya menciptakan kehidupan bersama yang rukun dan damai. Biasanya Dhrma santi dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru Isaka. Dharma santi adalah metode pendalaman rokhani umat Hindu dengan jalan komunikasi lewat upacara-upacara keagamaan atau pada saat piodalan di tempat-tempat pemujaan. Komunikasi ini diharapkan mendatangkan kerukunan keluarga, kerukunan lingkungan teritorial desa, kerukunan profesional, kerukunan universal dan lain-lain.
6.      Dharma Wacana
Dharma Wacana adalah metode ceramah agama yang dapat diberikan oleh para cendekiawan Hindu untuk meningkatkan dan memperluas wawasan umat Hindu tentang agama Hindu yang dianutnya. Dharma Wacana tidak berisi tanya jawab, dilaksanakan khusus pada kegiatan keagamaan. Agar dharma wacana lebih menarik perhatian audience. Maka materinya harus disesuaikan dengan bentuk-bentuk dan tema pertemuan umat sebagai audiencenya.



2.2 Prinsip-Prinsip Dasar Penyuluhan Agama Hindu
Seorang penyuluh hendaknya mempunyai budi pekerti yang luhur, menjadi panutan bagi umat yang disuluhnya. Seorang penyuluh juga harus memiliki wawasan pengetahuan yang luas dan menguasai materi yang akan disampaikannya, dan karena itu seorang penyuluh harus merencanakan terlebih dahulu terhadap apa yang akan disampaikannya. Bila akan memberikan penyuluhan itu bersama teman, maka sebelum memberikan penyuluhan hendaknya membagi bahan penyuluhan itu sehingga tidak tumpang tindih dalam penyampaiannya.
Seorang Penyuluh Agama Hindu hendaknya memahami beberapa prinsip-prinsip dasar penyuluhan  agama Hindu, karena hsl ini akan sangat membantu dalam melakukan penyuluhan kepada umatnya. Prinsip-prinsip dasar penyuluhan agama Hindu meliputi:
1)      Prinsip membidik
Prinsip membidik adalah prinsip yang dalam penyajiannya membidik sasaran yang tepat atau hanya satu objek saja yang dilayani.
2)      Prinsip roda
Prinsip roda adalah memberikan materi penyuluhan dengan berbicara seputar apa yang dibicarakan dan tidak menyimpang atau keluar dari materi yang disuluhkan.
3)      Prinsip akar
Prinsip akar adalah satu poin di dalam meteri suluh dijabarkan secara meluas.
4)      Prinsip menuang air
Prinsip menuang air adalah suatu cara penyampaian materi dengan cara menyampaikan secara sedikit demi sedikit namun materi tersebut akan disampaikan secara penuh kepada audience.
5)      Prinsip membungkus
Prinsip membungkus adalah penyampaian materi oleh seorang penyuluh yang pada akhir penyajiannya akan membungkus/merangkum atau memberikan kesimpulan disertai permohonan maaf yang dilakukan secara rasional.
Penampilan seorang penyuluh memegang peranan penting di dalam pergaulan dan hubungan penyuluh dengan orang yang diberi penyuluhan. Penampilan yang baik akan mempercepat perkembangan keakraban dan saling percaya dengan orang lain. Sebaliknya penampilan yang tidak baik akan mempengaruhi dan menghambat suasana hubungan pribadi dan komunikasi.
Seperti contoh ketika akan membeli sebuah buku, maka yang pertama kali dilihat oleh seorang pembeli adalah sampulnya, dan yang membuatpembeli itu tertarik atau tidaknya dengan buku tersebut adalah sampulnya dan kemudian adalah isinya. Jika sampul buku tersebut bagus dan menarik maka orang akan tertarik untuk membelinya tetapi jika sampul buku tersebut kurang begitu menarik maka orang akan cenderung mengabaikannya.
Selain memperhatikan penampilan, seorang penyuluh hendaknya memperhatikan tentang unsur-unsur yang mempengaruhi keberhasilan dalam pelaksanaan penyuluhan agama Hindu. Unsur-unsur tersebut terdri dari:
1)      Penyuluh
Penyuluh merupakan orang yang mempunyai inisiatif untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas.
2)      Materi suluh
Materi suluh adalah materi-materi atau bahan-bahan yang akan digunakan oleh seorang penyuluh sebagai bahan penyuluhan.
3)      Media penyuluhan
Media penyuluhan merupakan alat-alat yang akan dipakai yang dapat membantu penyuluhan.
4)      Objek penyuluhan
Objek penyuluhan adalah seseorang atau kelompok yang menjadi sasaran dalam melakukan penyuluhan.
5)      Akibat penyuluhan
Akibat  penyuluhan adalah hasil-hasil yang diperoleh melalui proses-proses dalam penyuluhan.
6)      Gangguan penyuluhan
Gangguan penyuluhan bisa disebabkan oleh komunikator, komunikan, semantik (gangguan yang disebabkan pemakaian bahasa yang tidak sesuai).
            Kiat-kiat yang perlu dipersiapkan oleh seorang penyuluh sebelum mengadakan penyuluhan agama Hindu, agar diterima baik oleh masyarakat yang disuluhnya adalah ia harus mengenal daerah tempat memberi penyuluhan itu baik situasi kehidupan pendukungnya maupun karakternya, kebudayaannya, tingkat pengetahuan agamanya dan masalah-masalah kehidupan beragama di sana. Penyuluh menganalisa terlebih dahulu peserta yang dihadapinya, untuk mengetahui latar belakang pengalaman yang mereka miliki dan lambang atau kata mana yang biasa mereka gunakan dalam mengemukakan pikirannya dan lain-lain.
Sebelum melakukan penyuluhan agama Hindu, penyuluh hendaknya memiliki strategi. Strategi pada hakikatnya adalah suatu perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Strategi dalam penyuluhan sangat penting, karena berhasil tidaknya  kegiatan penyuluhan secara efektif banyak ditentukan oleh strategi yang digunakannya. Strategi yang dimaksud adalah
a.       Metode penyuluhan
Metode yang dipergunakan dalam penyuluhan dapat dipilih cara yang terbaik, dilihat dari suatu kondisi masyarakatnya. Dapat dipilih salah satu atau dipadukan diantara metode yang ada yakni Dharma Wacana, Dharma Tula, Dharma Gita, Dharma Yatra, Dharma Sadana dan Dharma Santhi.
b.      Materi penyuluhan
Penyuluh hendaknya mampu memilih materi yang menarik, yang dapat menyentuh hati nurani masyarakat yang disajikan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya.
c.       Persiapan diri
Persiapan diri dalam penyuluhan diperlukan adanya penguasaan terhadap beberapa syarat pembinaan yaitu:
Ø  Menguasai materi yang akan disajikan
Ø  Menguasai ilmu jiwa masyarakat ( mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat serta masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat)
Ø  Menguasai rethorika kemampuan berkomunikasi (berceramah)



BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Penyuluhan agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Hindu dalam kualitas dan kwantitas yang lebih baik dari sebelumnya. Sebelum melakukan penyuluhan, sebaiknya seorang penyuluh mempersiapkan materi yang akan disampaikan kepada masyarakat sesuai situasi dan kondisi masyarakat dan memilih metode-metode yang akan digunakan.
Penampilan diri seorang penyuluh juga berperan sangat penting, karena dengan penampilan yang baik orang akan merasa nyaman berada di sekitar kita dan mempermudah menjalin komunikasi dengan orang lain.



             

1 komentar:

  1. Om swastyastu,
    terima kasih, ya Mba Windu Siwi share nya, sangat membantu, tetap semangat men share info info berguna untuk umat, blog nya bagus, ampura memberi masukan, juga bisa kasi artikel artikel yang lebih ringan, misal tentang pantai kuta, pembahasan ringan, jadi pembaca yang bukan Hindu juga bisa mendapatkan informasinya, ampura tetap semangat, Salam, Om santih santih santih om

    BalasHapus