PENYULUHAN AGAMA HINDU
Oleh :
Adhityana Windu Siwi, S.Sos.H
BAB I
Adhityana Windu Siwi, S.Sos.H
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam kehidupan di
dunia ini, manusia memerlukan adanya sebuah agama. Agama memberikan
pembelajaran tentang hidup di dunia ini, tujuan manusia hidup di dunia ini dan
bagaimana manusia dapat menjalani hidup ini dengan selaras, serasi dan seimbang
tanpa merusak lingkungan yang ada disekitarnya.
Agama juga merupakan
sebuah cahaya yang dapat menerangi kegelapan. Kegelapan yang dimaksudkan di
sini adalah kebodohan. Dengan mempelajari agama manusia dapat melenyapkan
segala kebodohan yang ada pada dirinya. Penghayatan terhadap agama dapat
memberikan manfaat yang sangat berguna dalam hidup ini, sebab agama mengajarkan
tentang ajaran-ajaran moral yang tinggi.
Orang yang menghayati
agama secara dalam, akan mampu untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan
mana perbuatan yang buruk serta memberikan pengetahuan tentang bagaimana
menjalin hubungan terhadap Tuhan, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Oleh
karena itu diperlukan adanya penyebarluasan tentang ajaran agama kepada
umatnya, agar umatnya meyakini dan mengerti tentang makna-makna atau
pesan-pesan moral yang terkandung di dalam sebuah agama.
Untuk menyebarluaskan
pengetahuan tentang agama diperlukan suatu metode khusus. agama Hindu
memberikan pengetahuan agama kepada umatnya dengan melaksanakan program
penyuluhan agama, yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih dan
dapat memberikan pencerahan terhadap umatnya yang membutuhkan, mengingat banyak
sekali umat Hindu yang tidak mengerti tentang makna-makna yang terkandung di
dalam agama Hindu.
Institut Hindu Dharma
merupakan salah satu bagian dari masyarakat Hindu yang memiliki tugas pokok
untuk mendidik kader-kader pembina melalui pembinaan kader-kader penyuluh agama
Hindu. Kualitas penyuluhan diupayakan semakin lama ada peningkatan baik
kualitas maupun kwantitasnya. Salah satu peningkatan upaya tersebut adalah
dengan memberikan mata kuliah Metode Penyuluhan Agama Hindu kepada mahasiswa
Jurusan Penerangan Agama Hindu IHDN Denpasar.
Dengan memberikan mata
kuliah Metode Penyuluhan Agama Hindu, mahasiswa diharapkan untuk dapat
melakukan tugas penyuluhan agama Hindu dengan terprogram dan terencana dengan
baik, agar tugas-tugas yang dilaksanakan oleh penyuluh agama benar-benar dapat
menyentuh hati nurani masyarakat untuk memahami, mendalami dan mengamalkan ajaran
agama Hindu dengan baik dan benar.
Di dalam mata kuliah metode
penyuluhan agama Hindu mengajarkan tentang pengertian Penyuluh Agama Hindu,
strategi yang digunakan dalam melakukan penyuluhan, proses komunikasi yang baik
di dalam penyuluhan, faktor-faktor penunjang dalam penyuluhan yang efektif dan
dasar-dasar penyuluhan agama Hindu. Dimana hal-hal yang diajarkan dalam mata
kuliah tersebut nantinya akan berguna bagi mahasiswa yang akan terjun ke
masyarakat untuk melaksanakan tugasnya sebagai Penyuluh Agama Hindu.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari latar belakang
yang telah dijabarkan di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai
berikut :
1.
Apa pengertian dari penyuluhan agama Hindu?
2.
Apakah prinsip-prinsip dasar dalam penyuluhan
agama Hindu?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyuluhan Agama Hindu
Istilah penyuluhan
digunakan dalam bahasa yang berbeda di beberapa negara. Dalam bahasa Belanda
digunakan istilah Voorlichting yang berarti penerangan. Dalam bahasa Indonesia,
istilah penyuluhan berasal dari kata dasar suluh yang berarti pemberi terang di
tengah kegelapan. Dengan demikian penyuluhan dapat diartikan sebagai proses untuk
memberikan penerangan kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang belum
diketahuinya dengan jelas. Namun penerangan yang dilakukan tidaklah sekedar
memberi penerangan, tetapi penerangan yang dilakukan harus secara terus-menerus
dilakukan sampai segala sesuatu yang diterangkannya benar-benar dipahami,
dihayati dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Penyuluhan adalah
proses perhubungan antaradua orang atau phak yang menyampaikan dan menerima
suatu pesan dengan mempergunakan suatu sarana. Penyuluh menyampaikan pikiran
atau perasaannya kepada pendengar melalui suara. Penyuluh memperjelas pesan
materi yang ingin disampaikannnya melalui kata itu, dengan menggunakan intonasi
gerak-gerik dan mimik sesuai dengan pikiran dan perasaan yang ingin
dikemukakannya.
Penyuluhan Agama Hindu
adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam
rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran
agama Hindu dengan kualitas dan kwantitas yang lebih baik. Seorang penyuluh
dapat berfungsi untuk menginformasikan, mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Tugas
pokok dari seorang penyuluh agama yaitu melaksanakan penyuluhan untuk membina
mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pembentukan budi ekerti
luhur, sebagai landasan hidup beragama, berbangsa dan bernegara.
Melalui penyuluhan juga
harus diupayakan tidak terciptanya ketergantungan masyarakat kepada
penyuluhnya. Penyuluh hanya sekedar fasilitator dan dinamisator untuk
memperlancar proses pembangunan yang direncanakan. Pada hakikatnya penyuluhan Agama Hindu merupakan proses
pendidikan yang bertujuan untuk mengubah kesadaran dan perilaku(pengetahuan,
sikap dan ketrampilan) manusia ke arah yang lebih baik, yang bersumber dari
kitab suci Weda.
Pembinaan umat akan
berhasil dan sukses apabila metodepembinaan berhasil menanamkan nilai-nilai
agama Hindu menjadi bagian yang intregal ke dalam diri pribadi umat hindu. Di
dalam Penyuluhan Agama Hindu terdapat beberapa metode yang menunjang
keberhasilan suatu penyuluhan yaitu:
1.
Dharma Sadhana
Sadhana
berarti latihan atau pengalaman. Jadi Dharma Sadhana adalah mewacanakan dharma
dengan latihan atau praktek pengalaman ajaran dharma atau agama. Pelaksanannya
melalui Catur Marga yaitu: Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja
Yoga.
2.
Dharmagita
Dharmagita
berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari dua kata Dharma dan Gita. Dharma
adalah kata benda maskulin yang artinya kebenaran, kebajikan dan agama.
Sedangkan Gita adalah bahasa Sansekerta dalam bentuk perfect passive
participle, jenis kelamin netrum yang berarti nyanyian atau lagu. Dharmagita
adalah nyanyian-nyanyian kebenaran. Penggunaan Dharmagita dalam berbagai
kegiatan keagamaan dapat membantu dalam menciptakan suasana hening, hikhmat,
khusuk yang dipancari oleh getaran kesucian.
3.
Dharma Yatra
Dharma
Yatra selalu identik dengan tirtha yatra. Yatra artinya perjalanan atai Ziarah.
Jadi Dharma Yatra adalah perjalanan dalam melaksanakan dharma seperti
berkunjung ke pura untuk bersembahyang bersama, semadhi ngayah (kerja bhakti)
dan sebagainya guna meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama.
Dharma Yatra memiliki manfaat yang sangat penting sebab keutamaan kegiatan
tersebut amat suci, lebih utama dari penyucian dengan yajna dan dapat dilakukan
oleh semua umat.
4.
Dharma Tula
dharma
Tula adalah suatu metode pendalaman ajaran agama Hindu melalui diskusi agama.
Diskusi agama sangat berbeda dengan diskusi ilmu pengetahuan. Memahami agama
berangkat dari sraddha dan bhakti. Dalam dharmatula tidak dibenarkan adu
argumentasi, bersilat lidah, apalagi didorong untuk memenangkan pendapat dan
bertujuan untuk memperoleh kebanggaan supaya dikagumi oleh peserta. Dalam
dharmatula peserta diharapkan melontarkan pandangan atau penghayatan terhadap
materi ajaran agama Hindu. Dengan demikian dharmatula bertujuan untuk
memperbanyak pembendaharaan pengetahuan agama, memperluas wawasan, merenungkan
dalam-dalam, memahami keanekaragaman pertimbangan dalam melaksanakan ajaran
agama Hindu dan untuk lebih mempertinggi mutu rohani umat Hindu. Dharmatula
yang baik hendaknya didasarkan pada tiga landasan, agar pembicaraan tersebut dapat meningkatkan
kwalitas pemahaman ajaran agama hindu. Tiga landasan tersebut adalah sebagai
berikut:
1) Sastravada
yaitu setiap pembicaraan mengenai masalah ajaran agama haruslah didasarkan pada
ketentuan-ketentuan kitab suci Veda dan kitab-kitab sastra lainnya.
2) Budhivada
yaitu berbicara dalam dharmatula untuk mendalami ajaran agama Hindu hendaknya
berbicara berdasarkan kesadaran budhi yang jernih dan tidak boleh berbicara
berdasarkan dorongan emosi yang tamasik dan rajasik. Sastra agama akan menjadi
kabur kalau dikemukakan dengan cara yang emosional tamasik dan rajasik
tersebut.
3) Premavada
yaitu berbicara soal-soal agama hendaknya didasarkan pada kasih sayang yang
mengalir dari diri pribadi yang bersih dan suci. Tidak didasarkan pada
kebencian pada seseorang atau kelompok tertentu. Kalau kebencian dijadikan
dasar untuk berbicara maka sastra agamanya menjadi hilang tuahnya dan tidak
akan memberikan kewibawaan kepada pembicaranya.
5.
Dharma santi
Dharma
Santi adalah suatu kegiatan dalam rangka melaksanakan kewajiban suci atau
dharma sebagai upaya menciptakan kehidupan bersama yang rukun dan damai.
Biasanya Dhrma santi dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru Isaka.
Dharma santi adalah metode pendalaman rokhani umat Hindu dengan jalan
komunikasi lewat upacara-upacara keagamaan atau pada saat piodalan di
tempat-tempat pemujaan. Komunikasi ini diharapkan mendatangkan kerukunan
keluarga, kerukunan lingkungan teritorial desa, kerukunan profesional,
kerukunan universal dan lain-lain.
6.
Dharma Wacana
Dharma
Wacana adalah metode ceramah agama yang dapat diberikan oleh para cendekiawan
Hindu untuk meningkatkan dan memperluas wawasan umat Hindu tentang agama Hindu
yang dianutnya. Dharma Wacana tidak berisi tanya jawab, dilaksanakan khusus
pada kegiatan keagamaan. Agar dharma wacana lebih menarik perhatian audience.
Maka materinya harus disesuaikan dengan bentuk-bentuk dan tema pertemuan umat
sebagai audiencenya.
2.2
Prinsip-Prinsip Dasar Penyuluhan Agama Hindu
Seorang penyuluh
hendaknya mempunyai budi pekerti yang luhur, menjadi panutan bagi umat yang
disuluhnya. Seorang penyuluh juga harus memiliki wawasan pengetahuan yang luas
dan menguasai materi yang akan disampaikannya, dan karena itu seorang penyuluh
harus merencanakan terlebih dahulu terhadap apa yang akan disampaikannya. Bila
akan memberikan penyuluhan itu bersama teman, maka sebelum memberikan
penyuluhan hendaknya membagi bahan penyuluhan itu sehingga tidak tumpang tindih
dalam penyampaiannya.
Seorang Penyuluh Agama
Hindu hendaknya memahami beberapa prinsip-prinsip dasar penyuluhan agama Hindu, karena hsl ini akan sangat
membantu dalam melakukan penyuluhan kepada umatnya. Prinsip-prinsip dasar
penyuluhan agama Hindu meliputi:
1)
Prinsip membidik
Prinsip
membidik adalah prinsip yang dalam penyajiannya membidik sasaran yang tepat
atau hanya satu objek saja yang dilayani.
2)
Prinsip roda
Prinsip
roda adalah memberikan materi penyuluhan dengan berbicara seputar apa yang
dibicarakan dan tidak menyimpang atau keluar dari materi yang disuluhkan.
3)
Prinsip akar
Prinsip
akar adalah satu poin di dalam meteri suluh dijabarkan secara meluas.
4)
Prinsip menuang air
Prinsip
menuang air adalah suatu cara penyampaian materi dengan cara menyampaikan
secara sedikit demi sedikit namun materi tersebut akan disampaikan secara penuh
kepada audience.
5)
Prinsip membungkus
Prinsip
membungkus adalah penyampaian materi oleh seorang penyuluh yang pada akhir
penyajiannya akan membungkus/merangkum atau memberikan kesimpulan disertai
permohonan maaf yang dilakukan secara rasional.
Penampilan seorang
penyuluh memegang peranan penting di dalam pergaulan dan hubungan penyuluh
dengan orang yang diberi penyuluhan. Penampilan yang baik akan mempercepat
perkembangan keakraban dan saling percaya dengan orang lain. Sebaliknya
penampilan yang tidak baik akan mempengaruhi dan menghambat suasana hubungan
pribadi dan komunikasi.
Seperti contoh ketika
akan membeli sebuah buku, maka yang pertama kali dilihat oleh seorang pembeli
adalah sampulnya, dan yang membuatpembeli itu tertarik atau tidaknya dengan
buku tersebut adalah sampulnya dan kemudian adalah isinya. Jika sampul buku
tersebut bagus dan menarik maka orang akan tertarik untuk membelinya tetapi
jika sampul buku tersebut kurang begitu menarik maka orang akan cenderung
mengabaikannya.
Selain memperhatikan
penampilan, seorang penyuluh hendaknya memperhatikan tentang unsur-unsur yang
mempengaruhi keberhasilan dalam pelaksanaan penyuluhan agama Hindu. Unsur-unsur
tersebut terdri dari:
1)
Penyuluh
Penyuluh
merupakan orang yang mempunyai inisiatif untuk memberikan penyuluhan kepada
masyarakat luas.
2)
Materi suluh
Materi
suluh adalah materi-materi atau bahan-bahan yang akan digunakan oleh seorang
penyuluh sebagai bahan penyuluhan.
3)
Media penyuluhan
Media
penyuluhan merupakan alat-alat yang akan dipakai yang dapat membantu
penyuluhan.
4)
Objek penyuluhan
Objek
penyuluhan adalah seseorang atau kelompok yang menjadi sasaran dalam melakukan
penyuluhan.
5)
Akibat penyuluhan
Akibat penyuluhan adalah hasil-hasil yang diperoleh melalui
proses-proses dalam penyuluhan.
6)
Gangguan penyuluhan
Gangguan
penyuluhan bisa disebabkan oleh komunikator, komunikan, semantik (gangguan yang
disebabkan pemakaian bahasa yang tidak sesuai).
Kiat-kiat
yang perlu dipersiapkan oleh seorang penyuluh sebelum mengadakan penyuluhan
agama Hindu, agar diterima baik oleh masyarakat yang disuluhnya adalah ia harus
mengenal daerah tempat memberi penyuluhan itu baik situasi kehidupan
pendukungnya maupun karakternya, kebudayaannya, tingkat pengetahuan agamanya dan
masalah-masalah kehidupan beragama di sana. Penyuluh menganalisa terlebih
dahulu peserta yang dihadapinya, untuk mengetahui latar belakang pengalaman
yang mereka miliki dan lambang atau kata mana yang biasa mereka gunakan dalam
mengemukakan pikirannya dan lain-lain.
Sebelum melakukan
penyuluhan agama Hindu, penyuluh hendaknya memiliki strategi. Strategi pada
hakikatnya adalah suatu perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk
mencapai suatu tujuan. Strategi dalam penyuluhan sangat penting, karena
berhasil tidaknya kegiatan penyuluhan
secara efektif banyak ditentukan oleh strategi yang digunakannya. Strategi yang
dimaksud adalah
a.
Metode penyuluhan
Metode
yang dipergunakan dalam penyuluhan dapat dipilih cara yang terbaik, dilihat
dari suatu kondisi masyarakatnya. Dapat dipilih salah satu atau dipadukan
diantara metode yang ada yakni Dharma Wacana, Dharma Tula, Dharma Gita, Dharma
Yatra, Dharma Sadana dan Dharma Santhi.
b.
Materi penyuluhan
Penyuluh
hendaknya mampu memilih materi yang menarik, yang dapat menyentuh hati nurani
masyarakat yang disajikan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya.
c.
Persiapan diri
Persiapan
diri dalam penyuluhan diperlukan adanya penguasaan terhadap beberapa syarat
pembinaan yaitu:
Ø Menguasai
materi yang akan disajikan
Ø Menguasai
ilmu jiwa masyarakat ( mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakat serta
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat)
Ø Menguasai
rethorika kemampuan berkomunikasi (berceramah)
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Penyuluhan agama Hindu
adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam
rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran
agama Hindu dalam kualitas dan kwantitas yang lebih baik dari sebelumnya. Sebelum
melakukan penyuluhan, sebaiknya seorang penyuluh mempersiapkan materi yang akan
disampaikan kepada masyarakat sesuai situasi dan kondisi masyarakat dan memilih
metode-metode yang akan digunakan.
Penampilan diri seorang
penyuluh juga berperan sangat penting, karena dengan penampilan yang baik orang
akan merasa nyaman berada di sekitar kita dan mempermudah menjalin komunikasi
dengan orang lain.
Om swastyastu,
BalasHapusterima kasih, ya Mba Windu Siwi share nya, sangat membantu, tetap semangat men share info info berguna untuk umat, blog nya bagus, ampura memberi masukan, juga bisa kasi artikel artikel yang lebih ringan, misal tentang pantai kuta, pembahasan ringan, jadi pembaca yang bukan Hindu juga bisa mendapatkan informasinya, ampura tetap semangat, Salam, Om santih santih santih om